Sabtu, 21 November 2009

Suicide on Korea : sebuah "TREN" antara hidup dan segan mati




Daul Kim, model berusia 20 tahun asal Korea ini mengakhiri hidupnya dengan SUICIDE alias BUNUH DIRI. Kejadian ini terjadi pada tanggal 20 November 2009 di Kota Paris. Belum ada yang tahu pasti tentang penyebab kematiannya. Diduga kuat supermodel yang jago dalam melukis ini mengakhiri hidupnya karena tekanan dalam pekerjaannya.

Ini merupakan kasus terbaru diantara kasus bunuh diri para artis dan aktor korea sebelumnya.
Rentetan kasus bunuh diri sebelumnya juga dialami oleh beberapa artis korea.

Jang Ja-yeon, artis yang membintangi serial drama korea Boys Before Flower ditemukan bunuh diri dengan cara menggantung diri di rumahnya pada tanggal 7 Maret 2009. Alasan dijadikan sebagai budak seks oleh agensi nya mendasari dia untuk melakukan hal ini.


29 April 2009, Woo Seung Yoon, ditemukan menggantung diri di lemari pakaiannya. Depresi dituduh sebagai alasan dari bunuh diri tersebut. Bukan hanya dari kalangan artis korea, para pejabat pun juga memilih bunuh diri menjadi pilihan untuk melepaskan beban hidup. Mantan Presiden Korea Selatan, Roh Moo-hyun, juga melakukaun hal yang sama dengan menerjunkan diri dari sebuah batu karang di bagian selatan semenanjung Korea. Diduga karena terjerat kasus korupsi, Roh mengakhiri hidupnya pada bulan Mei lalu.

Dari ketiga kasus tersebut, dapat kita lihat bahwa bunuh diri merupakan suatu cara untuk menyelesaikan masalah. Mulai dari pekerjaan, tuduhan, tekanan dari pihak lain, hingga rasa malu, membuat orang memilih suicide sebagai salah satu penyelesaian yang ampuh. Bahkan Korea merupakan negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi diantara 30 negara lainnya.

Itulah mengapa kini SUICIDE menjadi satu "tren" masa kini yang mampu "membantu" menyelesaikan masalah hidup. Tren untuk menyelesaikan masalah tanpa masalah.....

Jika dihitung secara global, ada 1 juta orang di dunia yang bunuh diri setiap ta­hun. Itu berarti ada 1 orang setiap 40 detik yang bunuh diri. Bunuh diri merupakan satu dari tiga penyebab kematian tertinggi pada 15-34 tahun. Percobaan bunuh diri men­capai 20-50 juta orang pertahunnya. Angka kematian akibat bunuh diri di Indonesia sendiri mencapai 50.000 orang.

Depresi dan bunuh diri jauh lebih be­re­siko baik bagi yang menderita maupun bagi orang di sekitar penderita. Satu orang de­presi selain bisa menyebabkan ke­ma­tian satu orang (dirinya jika bunuh diri), ju­ga bisa menyebabkan kematian be­be­ra­pa orang yang dibunuhnya sebelum ia me­lakukan bunuh diri. Tidak heran jika bunuh diri kini menjadi tren karena tak mampu lagi bertahan untuk hidup dan memilih mati meninggalkan segalanya tanpa beban..

ummm...mungkin ini fenomena yang akan terus terjadi dan meningkat tiap tahunnya ketika manusia tidak lagi bisa mengontrol dan mendasari pikiran mereka dengan agama dan orang-orang disekitarnya.

Bagaimana dengan kamu??.mau mencoba menyelesaikan masalah? atau memilih mengikuti "tren" masa kini seperti mereka?. :)