Rabu, 05 Desember 2012

Travelling for first time - Welcome to Malaysia

Pengalaman pertama ke luar negeri sendiri dan jadi backpacker bersama partner sepanjang masa yang berjiwa apa adanya : >> MOONJIA TYASANTI. Panggil saja dia "enjik". 8)
Ceritanya kita pergi dadakan, karena waktu itu saya selesai lulus dari kuliah pingin liburan, melepas penat setelah menyelesaikan skripsi dan akademik lainnya. Saat saya tanyakan ke orangtua, mereka "tumben" menyetujui permintaan saya ke luar negeri hanya berdua saja.

Kita langsung berencana ke Malaysia dengan menggunakan Low Cost Airlines, Air Asia, yang membuka rute Semarang - Malaysia. Mulailah kita cari tanggal dengan harga tiket promo terendah. Waktu itu sekitar Rp 279.000. Yah untuk PP (pulang-pergi) kira-kira sekitar Rp 650.000 (include airport tax penerbangan internasional Rp 100.000).

Terpilih lah tanggal 30 Mei 2012 dengan kepulangan 4 Juni 2012. Pertimbangan lain pemilihan hari dan tanggal untuk para backpacker khususnya, adalah weekdays, karena akan mempengaruhi harga penginapan kita disana. Saat weekend atau hari libur, penginapan baik motel, hostel, atau hotel memasang tarif yang lebih mahal dibanding weekdays.

Saran untuk para backpacker newbie nih pada saat mungkin nanti pulangnya mau bawa oleh-oleh buat keluarga. Kalau memang nggak yakin dengan bawaan kamu saat pulang nanti, ranselnya "hamil", pesanlah bagasi pada saat pemesanan tiket online.
Saya saat itu memesan bagasi pada saat kepulangan saja, dan itupun bisa digunakan untuk berdua (15kg), lebih irit.
OIYA!. Jangan menambah bagasi pada saat kamu check in counter!!, karena harganya 2x lipat dari harga online. Rugi bandar cyiinnn. :p

image
Tiket - Paspor - Kartu Debet Visa/Mastercard

Kita berangkat tanggal 30 Mei, Rabu, jam 5 sore dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Sampai di LCCT (bandara khusus Low Cost Airlines dekat dengan KLIA, kalau di Cengkareng kayak Terminal 3), sekitar pukul 8 malam waktu malaysia (jam 7 malam Indonesia).

Ketika turun dari pesawat, masuk ke bandara, jangan aktifin blackberry dulu, karena bakal kena roaming internasional. Mahal banget loh itu.
Tapi, tenang aja, di dalam bandara ada yang jual kartu perdana (simcard) kok. Mereka juga mau masangin, daftarin, sekalian aktifin langganan bb nya. Waktu itu saya pakai Kartu X, kalau di indonesia XL. Mbaknya yg jaga counter baik banget, mulai dari daftar sampai langganan aktif, dia yang ngurus. Harga kartunya sekitar 20 RM (Rp 60.000 dan didalamnya udah ada pulsa 10RM).

image
Simcard Provider X-Pax

Saran lagi nih, pada saat kamu melewati bagian imigrasi malaysia, dari Indonesia setidaknya berpenampilan lah seperti orang kaya (bukan seperti TKI), jangan menggunakan baju hitam-hitam. Kalau nggak, kamu bakal dicurigai sebagai TKI ilegal. Kalau kamu dicurigai, biasanya mereka menanyakan, "di malaysia mau ngapain?. Jawablah "ingin belanja dan menghabiskan uang". HAHAHAHA. :))

Setelah imigrasi selesai, carilah pintu keluar, (yaiyalah...). Sebelum pintu keluar, ada beberapa loket pembelian tiket bis dari Airport menuju pusat kota, Kuala Lumpur. Biasanya berhenti di KL Sentral (nama stasiun loh ini).
Kalau di Cengkareng, hampir sama dengan DAMRI. Bedanya, di Malaysia, ada beberapa bus komersial. Jadi bukan milik pemerintah nih. :p .

Ada 3 jenis bus dengan tarif masing-masing. Kalau ingin irit, beli lah tiket untuk berangkat dan kembali ke bandara sekalian. Harganya lebih murah dibanding kamu membeli secara terpisah.

Selain menggunakan bus, kamu bisa menggunakan kereta api yang juga turun di KL Sentral. Tapi harganya itu lohh... sekitar 40 RM. Mahal banget untuk ukuran backpacker. :D

Nah, setelah itu, silakan keluar bandara dan carilah pemberhentian bus-bus itu. Gampang kok, tinggal lihat papan petunjuk atau tanya porter/ petugas yang ada disana.
Oiya, saran aja sih, kalau ngomong sama orang malaysia, pakai bahasa indonesia aja. Mereka nggak banyak yang bisa berbahasa inggris. Bahasa Indonesia dan Melayu nggak jauh beda kan, jadi... cari aman saja. :D

image
Papan Petunjuk di LCCT
image
Jalan menuju pemberhentian Bus

And then... Welcome To Malaysiaaaaa. Adventure will begin !! :D

Pasar Tasik

Adakah yang tahu Pasar Tasik ?

Yah... kalau orang bilang, Pasar Tasik adalah Pasar yang mana para pedagangnya adalah orang-orang dari daerah Tasikmalaya.

Yuhuuu ~~

Menurutku, itu adalah salah satu keunikan Pasar Tasik. Yah, para pedagangnya sebagian besar berasal dari daerah Tasikmalaya, Cicalengka, dan Jakarta sendiri. Pasar ini bukan seperti pasar pada umumnya.
Ok. Pasar Tasik yang terkenal di Jakarta adalah Pasar Tasik Tanah Abang. Sedikit cerita, memang awalnya Pasar Tasik hanya ada di Tanah Abang. Para pedagang yang mayoritas adalah orang Tasikmalaya ini menjual dagangan mereka di sepanjang jalan Pasar Tanah Abang. Alasan sewa toko di Pasar Tanah Abang yang terlalu mahal, membuat para pedagang ini memilih berjualan di luar pasar menggunakan mobil mereka. Pasar bergaya "outdoor". Kalau orang Jawa bilang, ini sama seperti Pasar Tiban.

image
Pasar Tasik Tanah Abang
Suasana Pasar Tasik Tanah Abang saat ini

Uniknya, Pasar Tasik hanya bisa kamu temukan setiap hari Senin dan Kamis mulai jam 4 subuh sampai jam 12 siang. Dagangan yang ditawarkan bermacam-macam, mulai dari baju remaja, baju muslim, jilbab, daleman ciput dengan berbagai macam model. Just info aja, sebagian besar penduduk Tasikmalaya memang bermatapencaharian sebagai pengusaha. Rata-rata dari mereka memiliki konveksi sendiri. Produk buatan sendiri dengan produksi yang besar, dapat menekan harga jual. Tidak heran jika kamu akan mendapatkan harga yang sangat terjangkau di pasar ini, dibanding kamu belanja di Blok A atau Blok B. Padahal di Blok A pun kamu bisa mendapatkan harga yang murah dibanding Mall di Jakarta.

Tidak semua pedagang mau melayani eceran. Ada beberapa yang hanya menjual grosir. Pergantian model baju-baju wanita, khususnya, membuat mereka berpikir untuk menghabiskan barang secepat mungkin. Memang, model baju wanita akan terus berganti setiap satu minggu sekali. Kamu tidak akan menemukan baju atau model jilbab yang sama di minggu lalu. Wow! O_o

Saat ini, kamu bisa menemukan Pasar Tasik di Pusat Perbelanjaan Thamrin City. Lebih tepatnya Lantai 5 Thamrin City. Sama seperti ciri khas Pasar Tasik, mereka hanya buka setiap Senin dan Kamis. Mulai pukul 4 subuh hingga pukul 12 siang. Kamu akan melihat pasar dengan banyaknya porter yang membawa karung-karung seberat minimal 100 kg. Berbeda dengan di Tanah Abang, Pasar Tasik Thamrin City terletak di dalam gedung / indoor. Jadi lebih nyaman, ber-AC, bersih, bisa duduk dibawah juga. Hehe.

suasana Pasar Tasik di Lantai 5 Thamrin City
Pasar Tasik Thamrin City (Lantai 5)
Pedagang dan Dagangannya di Thamrin City
Pasar Tasik Thamrin City (Lantai Dasar)

Oiya, sebenarnya di Lantai 5 itu hanya buka di 2 hari itu saja, di hari lainnya toko mereka tutup. Berbeda dengan di lantai dasar, para pedagang di lantai dasar setiap senin dan kamis juga membuka toko mulai subuh, namun, di hari biasa mereka tetap buka mulai pukul 9 pagi. Harga yang ditawarkan pun akan berbeda antara Senin/Kamis dan hari lainnya. Kamu akan bisa mendapatkan harga yang lebih murah di hari Senin dan Kamis pada produk tertentu. Jadi kalau mau mendapat barang yang murah dan bahannya bagus, boleh loh mampir ke Pasar Tasik.

Satu lagi nih, banyak toko yang tutup pada hari Minggu loh.

Selamat belanja kawan! ^^

Selasa, 16 Februari 2010

Kenapa orang Jepang tidak banyak menjadi anggota FaceBook??

dulu,sekitar kelas 3 smp.Kebetulan aku ikut IIWC dan kedatangan tamu dari beberapa negara luar.Saat itu yg deket denganku adalah TOMA seorang lelaki jepang (aku masih punya nomornya lho) cakep banget!.suer kayak artis jepang.tp sayang dia pemalu banget...HAMDALAH....hehe....aku cariin tuh accountnya di facebook,aku invite juga ga di respon.knp ya??

KAYAKNYA AKU MENEMUKAN JAWABANNYA DI SEBUAH SITUS.....

Tahun 2008 Mark Zuckerberg membuat aplikasi bahasa Jepang untuk menarik lebih banyak peminat FB dari negeri sakura. Ternyata harapan itu tidak terpenuhi. Memang sebagian besar warga Jepang sangat tidak terbiasa dengan aplikasi berbahasa Inggris. Tetapi ketika YouTube membuat aplikasi berbahasa Jepang, berbondong-bondong orang Jepang mengupload video ke sana. YouTube relativ lebih disenangi dibandingkan dengan FB. Ternyata bahasa bukan kendali utama bagi menjamurnya FB di Jepang.

Untuk menjadi anggota FB, kita diharuskan mengisi data-data pribadi yang nantinya dicantumkan kepada orang yang menjadi teman kita. Sementara YouTube cuma mensyaratkan nama (itupun tidak perlu nama asli) dan alamat email . Di sinilah masalahnya. Sebagian besar orang Jepang tidak mau memperlihatkan data dan kehidupan pribadinya kepada banyak orang. Sebagai contoh, dengan memperlihatkan tanggal, bulan dan kelahiran kita, dipercaya dapat digunakan untuk mengetahui karakter kita yang sangat berbahaya apabila digunakan untuk kepentingan tidak baik.

Selain itu, orang Jepang juga tidak terlalu suka menonjolkan jati dirinya di hadapan orang banyak. Mereka terbiasa hidup berkelompok dan bekerja juga dalam kelompok. Kita mungkin kenal dengan produk walkman, tapi kita tidak tahu siapa penemunya, kecuali dari Sony Corpporation. Juga tamagochi yang terkenal itu, oleh perusahannya, sang penemu mendapat perlakuan sama dengan pegawai lainnya dan dianggap sebagai bagian dari kerja kelompok.

Dalam berinternetpun, orang Jepang lebih suka memakai identitas lain atau bukan nama sebenarnya. Tahun 2005 ada satu kisah nyata tentang warga Jepang yang bercurhat dalam suatu forum Internet. Pemuda Jepang tersebut adalah orang yang suka dengan komik (manga), game, animasi dan bergaya agak aneh. Di Jepang orang seperti ini disebut “otaku”. Dalam suatu perjalanan di kereta api, dia berhasil menolong seorang wanita cantik berpendidikan tinggi dari gangguan orang mabuk. Keinginannya untuk mendekati dan mencintai wanita tersebut dicurahkan dalam sebuah forum Internet. Dalam setiap langkah untuk mendekati sang wanita, dia menceritakannya di forum tersebut. Banyak sekali tanggapan, saran dan dukungan kepada pemuda tersebut. Kisah ini akhirnya menjadi populer dan dijadikan sebuah film, sinetron dan komik dengan judul “Densha Otoko” (Train Man). Sampai sekarang, identitas asli Train Main ini tidak diketahui.

Selain itu, ada juga rasa mawas diri dari orang Jepang untuk tidak membagi identitas, foto dan kehidupan pribadinya. Terutama para wanitanya. Mereka tidak mau diganggu oleh orang-orang iseng yang mengetahui identitas mereka melalui FB. Pernah juga ada kasus ketika seorang mahasiswi yang punya blog didatangi oleh pemuda Amerika yang ingin berkenalan dengannya. Sang mahasiswi menolak dan sempat terjadi kehebohan di kampus. Sejak saat itu ada himbauan di kampus untuk tidak membuka kehidupan pribadi melalui blog. Demikian cerita salah satu professor saya.

Jadi budaya masih banyak mempengaruhi orang Jepang untuk tidak sembarangan berinternet. Sementara di Indonesia banyak yang dengan secara sengaja membagi-bagikan nomor HP, alamat, nomor PIN BlackBerry dan identitas lainnya di FB mereka. Tanpa disadari, kalau ada orang yang berniat tidak baik, data-data ini bisa dengan sangat mudah dimanfaatkan untuk kejahatan.

sumber:http://new-media.kompasiana.com/2009/03/12/kenapa-orang-jepang-tidak-banyak-menjadi-anggota-faceboook/

Jumat, 22 Januari 2010

Kolam Undip Pleburan--Arena Pancing Anak-anak


tau taman undip yang di depan gedung auditorium undip pleburan?.
yah...yg kata mahasiswa sana itu taman musiman.
Musiman?
yah...musiman,kalau lagi kemarau,,,itu jadi taman.
kalau lagi musim hujan,jadilah kolam,,,,,


nah ini nih yang dimanfaatin sama anak-anak untuk menjadikannya kolam pancing.
Kamis, 21 Januari 2010 kemarin, tiba-tiba banyak anak-anak yang mengelilingi "kolam" itu...
Hehm....kreatif juga ya mereka....

sedikit percakapan antara saya dan salah satu anak
S: lg ngapain dek?
A: mancing mbak.
S: emg ada ikannya?
A: ada mbak. Tapi kecil-kecil. Iwak cethul.
S: trus mau diapain.
A: ya diopeni mbak.

hahaha.....
ternyata anak-anak memanfaatkan situasi yang ada....
hebat nih ...
hahaha......

Sabtu, 09 Januari 2010

Uniknya Bus Bianglala AC no.76 Antara Ciputat dan Ps Senen

pengamen jakarta masa kini...
semakin kreatif!
benar-benar kreatif!
kritik dari lagu-lagunya keren abis....
coba dengerin mereka nyanyi di video ini....
kata-katanya berdasarkan realita yg ada! ajibbb!
hayoooo...hayoo....kasih koment and tanggapan ke video ini yaaaa.....

Minggu, 03 Januari 2010

cin(t)a The Movie Trailer




Tuhan adalah karakter yang paling tidak bisa ditebak. Setiap orang mencoba untuk mendeskripsikan-Nya. Setiap orang merasa mereka mengenal-Nya. Setiap kesenian mencoba untuk menggambarkan-Nya, tapi tidak ada yang benar-benar seperti-Nya. Tuhan mencintai Cina dan Annisa, tapi Cina dan Annisa tidak dapat saling mencintai karena mereka menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda.
Since they call You (Allah, YHV, El, God, Tuhan) with different names.
They can't love each other.

but....

Kenapa Tuhan menciptakan kita berbeda-beda bila Tuhan disembah harus dengan satu cara?
Makanya Allah menciptakan Cinta, supaya yang berbeda-beda bisa tetap "satu".

cin(t)a The Movie: kontroversi isu multikultural di Indonesia




Tuhan mencintai Cina dan Annisa, tapi Cina dan Annisa tidak dapat saling mencintai karena mereka menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda.

Ini dia salah satu indiemovie yang hanya tayang di BlitzMegaplex 19 Agustus 2009. Mengapa?
Film ini mungkin akan menuai banyak komentar,kritik dan cekalan dari banyak orang.
Mungkin bagi kamu yang udah pada nonton, film ini memang benar-benar mencerminkan isu-isu kultur dan agama yang memang tabu dibicarakan secara terbuka.



Sinopsis:
Ada dua tokoh utama yang ditonjolkan dalam film ini.
Cina, adalah mahasiswa baru berusia 18 tahun beretnis Batak Cina (tionghoa). Cina tumbuh menjadi seorang remaja yang lugu karena tidak pernah mengalami kegagalan, tapi ia yakin bisa mewujudkan impiannya dengan modal tekad yang kuat. Lalu, Annisa, mahasiswi muslimah berusia 24 tahun beretnis Jawa yang kuliahnya terhambat oleh karirnya di industri perfilman.

Keduanya bertemu dan pada awalnya saling mencintai diatas segala perbedaan. Namun, tidak semuanya berjalan lancar. Semakin banyak masalah yang timbul ketika memahami perbedaan diantara mereka,bukan hanya kultur tetapi juga agama.
Akhirnya mereka memutuskan menjadi sahabat sejati, apalagi Annisa yang ternyata mempunyai tunangan yang juga berketurunan tionghoa namun lelaki ini seorang muslim.
(liat movie trailer di post selanjutnya)

Sebelum ditayangkan di Indonesia ternyata film ini lebih dulu diputar di National Film Theater, British Film Institute London,pada Mei 2009 dan beberapa universitas di Inggris (sayang yaaa...). Dan sampai November kemarin telah diputar di beberapa universitas di Indonesia (akhirnyaaaa...).Kapan ya di UNDIP?

Kontroversi!!.Karena mengungkap dan mengandung unsur SARA.Mungkin di negara ini, hal tersebut memang tabu untuk diungkap. Namun, apa yang diceritakan dalam film ini memang merupakan kejadian-kejadian lumrah yang sebenarnya banyak terjadi di kalangan masyarakat kita.Khususnya anak muda.

Dialog yg dikemas secara cerdas,membuat film garapan Sammaria Simanjuntak ini mampu memberikan gambaran yang mampu merangsang pemikiran masyarakat tentang adanya perbedaan ini. Jangan dilihat tentang konflik dan perbedaan yang diangkat dalam film ini, tapi lihatlah dari segi bagaimana kita bisa memahami perbedaan seperti ini....

Perlu diacungi jempol !. Film ini membuktikan bahwa Independent perlu diperhitungkan,eksekusi yang disajikan cerdas dan kreatif.
Film cin(T)a berhasil membuktikan, dengan pemain dan kru 'pendatang baru' yang hampir semuanya dibawah 30 tahun dan tidak mengandalkan modal tetapi mengandalkan kreativitas untuk menghasilkan film beranggaran rendah berkualitas tinggi.

Kapan nih para sineas semarang bisa seperti ini?
Kita tunggu film-film berkualitas seperti ini !!!!

Setujukah kalian kalau kita (temen2 komunikasi) mengadakan nonton bareng dan bedah film cin(T)a bareng sang sutradara Sammaria Simanjuntak di Kampus kita tercinta aka Universitas Diponegoro??!!. (sedang mencoba menghubunginya.semoga mau dan bisa)
Sebagai dorongan kita sebagai calon-calon penghuni media dan dunia perfilman!